WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa akses jalan nasional di Provinsi Aceh mulai pulih secara bertahap pascabencana.
Dia menambahkan bahwa sejak hari pertama kejadian, tim PU telah bergerak di lapangan untuk memastikan akses masyarakat dapat segera kembali terbuka.
Baca Juga:
Tahun Anggaran 2026 Dirjen Cipta Karya Dapat Rp12 Triliun, Ini Sebaran Anggarannya
"Penanganan darurat kami lakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah, dengan fokus utama memulihkan konektivitas guna memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus mempercepat pemulihan akses jalan nasional di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir bandang.
Sejumlah ruas kini mulai pulih secara bertahap setelah dilakukan penanganan darurat untuk mengembalikan konektivitas, mobilitas masyarakat, dan distribusi logistik.
Baca Juga:
Menteri PU: Anggaran Masih Kurang, Sekolah Rakyat Jadi Prioritas
Pada koridor wilayah timur dan utara Aceh, progres pemulihan menunjukkan perkembangan positif. Penanganan pada ruas Meureudu-batas Pidie Jaya/Bireuen terus berjalan dengan penimbunan oprit yang menargetkan fungsional pada 12 Desember 2025.
Pada ruas Kota Bireuen-batas Bireuen/Aceh Utara, pemasangan jembatan bailey terus dikebut dengan target selesai pada 14 Desember 2025.
Di wilayah tengah Aceh, pemulihan berjalan lebih kompleks akibat banyaknya jembatan yang putus. Meski demikian, perbaikan pada ruas Kota Bireuen-batas Bener Meriah menunjukkan progres, termasuk pemasangan bailey di Jembatan Teupin Mane yang ditargetkan selesai 15 Desember 2025.