Selain itu, komunikasi yang efektif serta kesamaan arah dalam menjalankan kebijakan pertahanan dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan tugas.
Dave menegaskan bahwa soliditas seluruh unsur menjadi hal yang harus dijaga. Menurutnya, kepentingan pertahanan negara harus ditempatkan sebagai prioritas utama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Baca Juga:
Klaim Malaysia Atas Laut Ambalat Picu Respons Keras dari DPR RI
“Yang utama adalah menjaga soliditas dan menempatkan kepentingan pertahanan negara di atas kepentingan lainnya,” sambung Politisi Fraksi Partai Gokar.
Lebih lanjut, Dave berpandangan bahwa latar belakang profesi, baik militer maupun nonmiliter, tidak semestinya menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan seseorang untuk menduduki jabatan Wamenhan.
Menurutnya, terdapat sejumlah aspek lain yang jauh lebih penting untuk diperhatikan dalam memilih figur yang akan membantu Menteri Pertahanan.
Baca Juga:
Menhan Prabowo Puji Kinerja Mentan Andi Amran Sulaiman Luar Biasa
Ia menyebut kompetensi, pengalaman, pemahaman mengenai berbagai persoalan strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi sebagai sejumlah kriteria yang perlu dimiliki seorang Wamenhan.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar pejabat yang terpilih dapat menjalankan fungsi pendampingan terhadap Menteri Pertahanan secara optimal.
“Menurut saya, latar belakang militer maupun nonmiliter tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran. Posisi Wakil Menteri Pertahanan membutuhkan kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi yang baik," ujarnya.