WAHANANEWS.CO, Jakarta - Permainan tradisional egrang dinilai masih memiliki peran penting dan semakin relevan di tengah kehidupan anak-anak yang kini semakin lekat dengan dunia digital.
Di tengah tingginya penggunaan gawai dan internet, permainan fisik dinilai mampu menjadi sarana untuk menjaga keseimbangan emosional, memperkuat interaksi sosial, hingga mendukung kesehatan mental anak.
Baca Juga:
Menkomdigi Gaungkan Prinsip ‘Tunggu Anak Siap’ untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan permainan tradisional seperti egrang dapat menjadi media bagi anak-anak untuk sejenak melepaskan diri dari tingginya intensitas aktivitas di ruang digital.
“Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital. Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujarnya saat menghadiri Launching Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Sabtu (09/05/2026).
Menurut Nezar Patria, perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat, mulai dari akses informasi, pendidikan, hingga komunikasi yang semakin cepat dan mudah.
Baca Juga:
PP Nomor 17 Tahun 2025, Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru, khususnya bagi tumbuh kembang anak-anak.
Ia menyebutkan bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia saat ini telah mencapai 80,26 persen populasi.
Sekitar 230 juta masyarakat telah terhubung dengan internet, sementara jaringan telekomunikasi sudah menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni di Indonesia.