Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lanjutan dan membahayakan keselamatan masyarakat apabila tidak segera ditangani secara serius.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Kementerian PU melalui BWS Sumatera I segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
Baca Juga:
Kementerian PU Dorong Pemudik Manfaatkan Jalur Pansela pada Lebaran 2026
Tim di lapangan terus bekerja membuka kembali alur sungai yang tertutup, membersihkan material lumpur, serta mengevakuasi kayu-kayu yang menghambat aliran air.
Proses normalisasi dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi guna mengembalikan fungsi sungai ke kondisi semula serta meminimalkan risiko terjadinya banjir susulan.
Sebelum meninjau langsung Sungai Krueng Meureudu, rombongan Sekjen Kementerian PU terlebih dahulu mengunjungi sejumlah lokasi terdampak banjir lainnya di Kabupaten Pidie Jaya.
Baca Juga:
Progres 65 Persen, Pembangunan Jembatan Gantung Lhok Sanding Dikebut Pascabanjir
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain RSUD Pidie Jaya yang sempat terendam banjir, Jembatan Meureudu dengan kondisi abutment mengalami penurunan, serta fasilitas PDAM Krueng Meureudu.
Rangkaian peninjauan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh dampak bencana, yang selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan lanjutan dan pemulihan infrastruktur ke depan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.