Penyebab PHK
Baca Juga:
Viral Sepatu Rp 10 Juta Kena Pajak Rp 31 Juta, Ini Kata Bos Bea Cukai
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia
(Aprisindo) Firman Bakrie mengungkapkan, PHK itu dilakukan terhadap seluruh
karyawan di pabrik sepatu tersebut. Ia menerangkan, pabrik itu memang akan
menutup operasionalnya secara permanen alias gulung tikar.
"Iya ditutup, tapi perusahaan induknya masih
beroperasi. Lokasi perusahaan induknya juga di Tangerang," terang Firman
kepada detikcom.
Ia menjelaskan, induk bisnis dari pabrik itu telah
memutuskan untuk menutup operasi salah satu anak usahanya. Alasannya karena
pabrik di Cikupa itu mengalami penurunan pesanan sepatu yang sangat drastis.
Baca Juga:
Geger Vern's Holdings Jual Sepatu Berlogo Mirip Lafaz Allah
"Gambarannya sama juga tadi karena pandemi, kemudian
order yang masuk belum 100% pulih, walau sudah lebih baik daripada bulan
Mei-Juni. Tapi order belum pulih sepenuhnya. Sehingga, terjadilah over
capacity, dan kemudian dilakukanlah PHK," ucap Firman.
Berdasarkan catatan detikcom, PHK di industri alas kaki
dalam negeri sudah terjadi berulang kali. Pertama, pada 4 Mei 2020 lalu, sebuah
pabrik sol sepatu di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melakukan PHK atas 17 orang
karyawan. Kedua, pada 5 Mei 2020 lalu di mana produsen sepatu Adidas, PT Shyang
Yao Fung (SYF) di Kota Tangerang melakukan PHK atas 2.500 karyawan.
Lalu, pada 23 Mei 2020, produsen sepatu Nike yakni PT
Victory Chingluh Indonesia yang berlokasi di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang
melakukan PHK atas 4.985 karyawannya.