WahanaNews.co | Wilayah pesisir utara Jakarta, tak terkecuali gugusan Kepulauan Seribu, berpotensi dilanda banjir rob, angin kencang, dan gelombang tinggi, di akhir tahun 2022 hingga awal tahun depan.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir rob melanda 17 titik jalan di Kelurahan
Baca Juga:
Tanggapi Aspirasi FWR DAS Rawalumbu, Komisi II Bakal Lakukan Hal Ini
Menghadapi situasi itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pun telah memastikan kesiapan sejumlah pompa air di Ibu Kota. Pompa mobil juga telah disiapkan untuk antisipasi banjir rob.
Kendati demikian, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga berpandangan sebanyak apapun pompa di Jakarta tidak akan mampu menguras air banjir rob di pesisir Jakarta.
"Apalagi bila terjadi hujan lebat dan banjir besar di Ibu Kota," tutur Nirwono kepada Kompas.com, Selasa (27/2022).
Baca Juga:
BPBD Sulawesi Tengah Laporkan 875 KK Terdampak Banjir di Morowali Utara
Begitu juga dengan pembangunan tanggul. Nirwono memandang keberadaan tanggul raksasa pun tidak akan mampu mencegah banjir rob di pesisir Jakarta.
"Keberadaan tanggul dan pompa hanya bersifat sementara dalam mengatasi banjir rob," tutur Nirwono.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta masih terus membangun tanggul untuk mengantisipasi rob pada sejumlah titik di pesisir utara Jakarta secara bertahap hingga 2027.
Pemprov DKI memiliki kewenangan membangun tanggul sepanjang 11 kilometer dari total 20,2 kilometer. Hingga 2022, Pemprov DKI diperkirakan baru membangun 2,09 km dari total target.
Menurut Nirwono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus segera merestorasi kawasan pesisir pantai utara Jakarta untuk mengatasi banjir rob, abrasi pantai, intrusi air laut, dan mengantisipasi ancaman tenggelam dan terjangan tsunami. [eta]