Hasilnya, berhasil ditandatangani 10 nota kesepahaman (MoU), 9 Letter of Intent (LoI), 1 Joint Venture Agreement, serta 11 indikasi kesepakatan jual beli paket wisata.
Secara keseluruhan, capaian ini menggambarkan potensi komitmen investasi senilai USD 23,8 miliar di berbagai sektor strategis, mulai dari energi hijau, ekonomi kreatif, pengelolaan limbah, perdagangan internasional, hingga pariwisata.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Pencapaian Paviliun Indonesia tidak terlepas dari dukungan sejumlah mitra strategis, di antaranya Astra, Artha Graha Peduli, KAPPI, Pertamina, Barito Pacific Group, Royal Golden Eagle (RGE), Indofood, Japfa, BPDP, Garuda Indonesia, Telkomsel, serta berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Kolaborasi lintas sektor tersebut memperlihatkan sinergi antara kekuatan nasional dan jaringan global untuk menampilkan wajah terbaik Indonesia di panggung dunia.
“Dukungan dari berbagai mitra dan pemangku kepentingan ini semakin memperkuat upaya Indonesia untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan menjalin kerja sama global. Ke depannya, diharapkan akan dapat membuka peluang investasi baru yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkas Wakil Direktur Laksmi.
Baca Juga:
Indonesia Tampil Kuat di ITB Berlin, Bidik Rp15 Triliun Potensi Devisa
[Redaktur: Ajat Sudrajat]