Penguatan perencanaan program serta peningkatan alokasi anggaran dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi di daerah.
Selain itu, Wiyagus menyoroti pentingnya pemberdayaan perangkat daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Baca Juga:
Densus 88 Libatkan Eks Narapidana Terorisme dalam Upacara HUT ke-81 RI di Jambi, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Toleransi
Hal ini diperlukan agar program penanggulangan TBC dapat berjalan lebih efektif dan langsung menyentuh masyarakat.
Pendekatan yang terintegrasi diharapkan mampu mempercepat proses penemuan kasus sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Upaya pencegahan juga harus dilakukan secara bersamaan guna menekan angka penularan di masyarakat.
Baca Juga:
Subsidi Listrik 2027 Naik 17,8 Persen Jadi Rp130,1 Triliun
Wiyagus mengingatkan bahwa Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC.
Kondisi tersebut menuntut langkah penanganan yang lebih cepat, masif, dan terkoordinasi lintas sektor.
Ia pun menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya eliminasi TBC di Tanah Air. "Harus solid dengan stakeholder agar target eliminasi benar-benar tercapai bersama," ujarnya.