WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu pemerataan waktu keberangkatan pemudik sehingga arus lalu lintas di berbagai jalur mudik tidak menumpuk pada waktu yang sama.
Baca Juga:
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.716, Pemerintah Perkuat Program Imunisasi
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pengaturan waktu perjalanan sangat penting untuk mengurangi potensi kemacetan yang biasanya terjadi pada puncak arus mudik.
Dengan adanya kebijakan WFA, masyarakat memiliki fleksibilitas untuk menentukan waktu perjalanan sehingga tidak seluruh pemudik berangkat secara bersamaan.
“Pemerintah mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Langkah ini dilakukan agar distribusi waktu mudik lebih merata,” kata Dudy Purwagandhi dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.
Baca Juga:
Tim Posko ESDM Tinjau Makassar, Ketersediaan Energi di Sulawesi Dipastikan Aman
Menurut Dudy, pemerintah telah menetapkan kebijakan WFA selama periode libur Lebaran tahun ini, yakni mulai 14 hingga 29 Maret 2026.
Rentang waktu tersebut bertepatan dengan beberapa hari libur nasional, termasuk Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Nyepi, serta cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya pada masa puncak arus mudik.
Dengan adanya fleksibilitas bekerja dari mana saja, masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan lebih awal atau lebih akhir dari periode puncak.
“Pemanfaatan WFA sangat penting untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Kebijakan ini diharapkan membuat waktu keberangkatan pemudik lebih tersebar sehingga lalu lintas perjalanan menjadi lebih lancar," ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan PT Jasa Marga, pergerakan kendaraan di sejumlah ruas tol mulai menunjukkan peningkatan menjelang musim mudik.
Dudy menyebutkan bahwa volume kendaraan yang melintas di jalan tol telah meningkat sekitar 14 persen dibandingkan dengan kondisi hari biasa.
Kenaikan tersebut menandakan bahwa sebagian masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Meski demikian, peningkatan tersebut masih tergolong dalam kategori wajar dan belum mencapai puncak arus mudik.
“Sejauh ini sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan Jasa Marga, kenaikan volume kendaraan sekitar 14 persen,” katanya.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar.
Mabes Polri menyiapkan ribuan posko dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang akan mengamankan arus mudik maupun arus balik.
“Ribuan pos ini terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan dan 343 pos terpadu. Ribuan posko ini tersebar di berbagai jalur mudik dan titik aktivitas masyarakat,” kata Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.
Dedi berharap keberadaan ribuan pos tersebut dapat memberikan rasa aman dan pelayanan maksimal bagi para pemudik.
Pos-pos tersebut disiagakan di berbagai jalur strategis, termasuk jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, terminal, hingga kawasan wisata yang diperkirakan ramai selama masa libur Lebaran.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga meninjau langsung pos terpadu di Rest Area KM 57A.
Lokasi tersebut dinilai memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk melayani kebutuhan pemudik, termasuk area parkir luas, fasilitas kesehatan, serta pusat informasi bagi para pengguna jalan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]