“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” jelasnya.
Menurut Maruarar, pembangunan hunian secara vertikal menjadi solusi efisien untuk memaksimalkan penggunaan lahan sekaligus meningkatkan jumlah unit rumah yang dapat dibangun.
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Dari lahan sekitar 30 hektare di kawasan Meikarta, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian.
“Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektare lahan. Dengan pembangunan vertikal, lahan yang digunakan jauh lebih efisien,” ujarnya.
Selain proyek di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan rusun subsidi serupa di wilayah lain.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
Salah satunya di Kota Depok yang direncanakan memanfaatkan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital seluas sekitar 45 hektare.
Di lahan tersebut diperkirakan dapat dibangun hingga sekitar 170.000 unit hunian.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyebut proyek rusun subsidi di Meikarta sebagai proyek teladan dalam Program 3 Juta Rumah.