Menurutnya, proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dapat menghasilkan dampak besar bagi perekonomian nasional.
“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” jelas Hashim.
Baca Juga:
Apresiasi Nasional: Saifullah Yusuf Puji Capaian UHC Kabupaten Karawang, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan komitmen penuh dalam mendukung pembiayaan pembangunan proyek tersebut.
“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan.
Ia menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan akan dilakukan di lahan seluas sekitar 12,8 hektare.
Baca Juga:
Indikator Makro 2026 Menguat: Ekonomi Kabupaten Karawang Stabil, Pengangguran dan Kemiskinan Turun Signifikan
Di kawasan tersebut direncanakan pembangunan sekitar 18 tower rumah susun dengan tinggi sekitar 32 lantai.
Total nilai investasi pembangunan proyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun.
Pemerintah berharap proyek rusun subsidi di Meikarta ini dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.