WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan bahwa proses kedatangan maupun pemulangan jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi terus berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Pengawasan terhadap aktivitas tersebut dilakukan secara intensif oleh petugas melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah.
Baca Juga:
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.716, Pemerintah Perkuat Program Imunisasi
Pemantauan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 di dua bandara utama yang menjadi pintu masuk dan keluar jemaah umrah Indonesia, yaitu Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah serta Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan seluruh rangkaian layanan bagi jemaah berjalan optimal.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, petugas KUH bersama Satgas Bandara melakukan monitoring terhadap proses pemulangan jemaah umrah Indonesia yang menggunakan sejumlah maskapai penerbangan.
Baca Juga:
Tim Posko ESDM Tinjau Makassar, Ketersediaan Energi di Sulawesi Dipastikan Aman
Pada hari tersebut tercatat sebanyak 853 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan menuju Indonesia melalui berbagai penerbangan yang berangkat dari Jeddah maupun Madinah.
Selain memantau proses pemulangan, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kedatangan jemaah umrah dari Indonesia yang tiba di Arab Saudi.
Data yang dihimpun menunjukkan sebanyak 763 jemaah tercatat tiba melalui kedua bandara tersebut pada hari yang sama.
Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah M. Ilham Effendy menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses pelayanan kepada jemaah berjalan dengan baik, mulai dari kedatangan di bandara hingga proses kepulangan ke Tanah Air.
“Petugas KUH Jeddah bersama Satgas Bandara terus melakukan monitoring secara intensif di seluruh area layanan jemaah guna memastikan proses kedatangan dan pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar M. Ilham Effendy.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna menjaga kelancaran pelayanan bagi jemaah umrah Indonesia selama berada di Arab Saudi.
“Koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus kami lakukan agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal, termasuk dalam penanganan jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan penerbangan,” tambahnya.
Menurutnya, koordinasi tersebut melibatkan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, serta otoritas bandara setempat agar setiap potensi kendala yang muncul dapat segera diatasi.
Secara umum, kondisi di lapangan selama proses pemantauan berlangsung terpantau kondusif. Tidak ditemukan permasalahan berarti yang menghambat proses pelayanan jemaah.
Sejumlah jemaah yang sebelumnya sempat mengalami keterlambatan penerbangan atau sempat tertunda keberangkatannya juga secara bertahap telah dipulangkan kembali ke Indonesia.
Lebih lanjut, M. Ilham Effendy menyampaikan bahwa secara kumulatif jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air dalam periode 28 Februari hingga 14 Maret 2026 mencapai puluhan ribu orang.
“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 14 Maret, tercatat sebanyak 25.922 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” jelasnya.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa pengawasan di bandara akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan serta memastikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah umrah Indonesia yang melaksanakan ibadah di Arab Saudi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]