Dengan dukungan dari tiga sumber utama tersebut, pemerintah menilai kebutuhan beras nasional masih dapat terpenuhi dengan baik dalam beberapa bulan ke depan.
"Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai April tahun depan itu cukup," ujarnya.
Baca Juga:
Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung
Lebih lanjut, Amran mengatakan kondisi cadangan beras yang kuat menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pangan, termasuk potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pertanian di sejumlah wilayah.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Sejumlah program yang terus dijalankan antara lain pembangunan embung, pengembangan irigasi pompa, pembangunan sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga program cetak sawah baru.
Baca Juga:
Lindungi Sawah Berkelanjutan, ATR/BPN Targetkan KP2B Tercantum dalam RTRW Daerah
Menurut Amran, optimalisasi lahan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui program tersebut, lahan rawa yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen dalam setahun dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali panen.
Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang di tengah tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.