Pratikno menambahkan, pemerintah menargetkan kegiatan pembelajaran formal dapat kembali berlangsung secara normal pada awal tahun 2026.
Percepatan pemulihan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar penanganan dampak bencana dilakukan secara cepat dan menyeluruh.
Baca Juga:
Kemenko PMK Tegaskan PAUD Holistik Integratif Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045
“Pemerintah berkomitmen pembelajaran formal dimulai awal Januari 2026. Arahan Bapak Presiden meminta seluruh jajaran bekerja tanpa henti," ucapnya.
Untuk mendukung target tersebut, Pratikno mengajak seluruh kementerian, lembaga terkait, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bersinergi dalam memulihkan wilayah terdampak bencana.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang masih dinamis.
Baca Juga:
Kemenko PMK Pimpin Koordinasi Besar Atasi Banjir dan Longsor Bandung
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan memulihkan kehidupan warga terdampak. Pemerintah terus bekerja keras namun masyarakat harus waspada terhadap cuaca yang dinamis ini," ujarnya.
Di sisi lain, Polri turut memperkuat upaya penanggulangan bencana dengan mengirimkan tambahan personel ke wilayah terdampak di Sumatra.
Sebanyak 300 personel tambahan diberangkatkan pada akhir 2025 sebagai kelanjutan dari gelombang bantuan sebelumnya.