WahanNews.co | Sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai pada Kali Ciliwung segmen TB Simatupang, sedang dibangun Pemprov DKI Jakarta. Pembangunan sistem saringan sampah itu menelan biaya Rp195 miliar.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pengerjaan proyek itu pada Senin (26/9/2022) pagi. Ia mengatakan sistem penyaringan sampah itu merupakan yang pertama di Indonesia.
Baca Juga:
Pemprov DKI Jakarta Sediakan 1.161 Kursi Tambahan untuk Program Mudik Gratis Gelombang Kedua
"Ini adalah proyek pertama kali dan bahkan pertama kali di Indonesia ada penyaringan seperti ini. Kita lihat nanti seberapa efektif. Secara teoritik efektif ini, kita lihat di lapangan. Kemudian dari situ nanti bisa dikembangkan di semua tempat, bahkan bukan hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia, dan inilah proyek pertama," kata Anies.
Anies pun menceritakan munculnya ide pembangunan saringan sampah itu. Pada masa awal bertugas di 2018, ia menyoroti timbunan sampah di Pintu Air Manggarai ketika terjadi peningkatan volume air di Kali Ciliwung.
Saat bertanya pada jajarannya, Anies mengetahui bahwa sampah mayoritas berasal dari luar Jakarta.
Baca Juga:
Aksi Premanisme dalam Pengumpulan THR Bakal Ditindak Pemrov DKI Jakarta
"Pertanyaan saya kenapa tidak disaring sebelum masuk ke dalam kota, sehingga seluruh kawasan aliran sungai kanan kiri sepanjang Ciliwung di dalam kota Jakarta terbebas dari limpahan sampah ini," katanya.
Setelahnya, didiskusikan dan putuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk pemukiman yang padat.
Ia mengatakan pembangunan direncanakan pada 2020 dengan anggaran Rp195 miliar.