Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa persoalan sampah memiliki keterkaitan erat dengan sistem energi nasional, terutama dalam pemanfaatan waste to energy.
"Jika dikelola dengan benar, sampah bukan hanya masalah, tetapi juga sumber energi alternatif yang dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi," katanya.
Baca Juga:
Kolaborasi 10 Provinsi Percepat Zero Sampah 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran: Solusi Nyata untuk Indonesia Bersih
Ia juga melihat bahwa langkah KLH/BPLH yang mengedepankan pembinaan sebelum penindakan menunjukkan pendekatan yang berimbang antara edukasi dan penegakan hukum.
Namun, ketika tidak ada perbaikan signifikan, tindakan tegas menjadi keharusan demi melindungi kepentingan publik.
"Ini adalah bentuk keadilan ekologis yang harus ditegakkan secara konsisten," ujarnya.
Baca Juga:
Bali Perketat Pengelolaan Sampah Horeka, MARTABAT Prabowo-Gibran: Pariwisata Bersih Kunci Masa Depan Pulau Dewata
Tohom menambahkan bahwa ke depan diperlukan integrasi kebijakan lintas sektor untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan efektif, mulai dari hulu hingga hilir.
"Transformasi sistem pengelolaan sampah harus melibatkan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat secara simultan agar hasilnya berkelanjutan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik pengelolaan sampah yang melanggar aturan, terutama yang menimbulkan korban jiwa.