WahanaNews.co | Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyesalkan pendapat Ustadz Sofyan Chalid yang mengharamkan wisata ke Candi Borobudur.
Muhammadiyah melihat, Sofyan Chalid kurang referensi dalam beragama.
Baca Juga:
43 Bhikkhu Thudong dari Thailand, Malaysia, Singapore Tiba di Candi Borobudur untuk Rayakan Tri Suci Waisak
"Sama sekali tidak ada larangan dalam Al-Qur'an. Berwisata itu mubah atau diperbolehkan," kata Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Prof Syamsul Anwar, saat dihubungi wartawan, Selasa (14/9/2021).
Syamsul mengimbau masyarakat untuk tidak memahami Al-Qur'an secara sepotong-potong.
Tapi harus komprehensif dari berbagai sudut pandang.
Baca Juga:
Suku Mulu Wolomeze Wakili Pemkab Ngada Hadir di Acara Ruwatan Bumi
"Soal itu peninggalan agama lain, ya kita anggap saja itu sebuah history (sejarah)," katanya.
Syamsul menyoroti pengambilan kesimpulan Ustadz Sofyan Chalid yang mengaitkan muamalah, yaitu berwisata ke tempat peribadahan agama lain, dengan akidah.
"Muamalah ya muamalah, tidak perlu dikait-kaitkan dengan akidah," pesannya.