Meskipun satwa tersebut jika di alam liar cenderung galak, tapi ketika dirawat akan gampang jinak.
Kelebihan lainnya, satwa itu jarang bersuara, tidak banyak bergerak dan kotoran tidak terlalu berbau sehingga cocok diletakan di perumahan maupun apartemen.
Baca Juga:
PHD Sumedang H. Shohibin: Pelaksanaan Wukuf Jamaah KJT 29 di Arafah Berjalan Aman dan Lancar
“Dengan keunggulan tersebut, binturong banyak diminati oleh pencinta satwa baik dalam negeri maupun luar negeri,” terangnya.
Selama penangkaran terdapat kendala yang dialami seperti kondisi binturong yang termasuk hewan susah berkembang biak sehingga meskipun mereka sudah kawin tapi tak beranak.
Hal itu dapat dipicu oleh kondisi lingkungan.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan: FWLB Rumahela ke-IX 2026 Akan Digelar
Ketika di alam, binturong dalam setahun hanya dapat berkembang biak hanya satu anak.
“Di penangkaran ini, bisa dua kali berkembang biak dalam satu tahun. Di sini lebih aman karena satu koloni, beda di alam liar yang terdapat pemangsa,” ujarnya.
Selain itu ketika binturong terkena virus.