Selain itu, faktor lokal turut memberi kontribusi terhadap variasi hujan harian.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memprediksi pertumbuhan awan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia bagian selatan.
Baca Juga:
Waspada Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Daerah yang Akan Alami Puncak Kekeringan
Anomali radiasi gelombang panjang (OLR) yang bernilai negatif menunjukkan kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan.
Aktivitas MJO, gelombang Rossby yang terdeteksi di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta prediksi kemunculan gelombang Kelvin di Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara memperkuat potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Prakiraan Cuaca 27–29 Juni 2025
Baca Juga:
Kapan Puncak Musim Kemarau di RI? Ini Prediksi BMKG
• Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut:
Sumatera: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.
Jawa: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.