WAHANANEWS.CO, Jakarta - Realisasi sejumlah indikator makroekonomi dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang belum sepenuhnya memenuhi target menjadi salah satu catatan dalam evaluasi pertanggungjawaban APBN.
Meski demikian, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ecky Awal Mucharam menilai terdapat perkembangan positif pada sejumlah indikator pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Pemkot Bengkulu Kembangkan Aplikasi SIKOLU dan OSS untuk Tarik Investasi Daerah Lebih Banyak
Menurut Ecky, evaluasi terhadap pelaksanaan APBN tidak seharusnya hanya berfokus pada pencapaian angka-angka dalam asumsi makroekonomi.
Lebih dari itu, pemerintah dan DPR perlu melihat sejauh mana kebijakan fiskal serta belanja negara memberikan dampak nyata terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
“Apakah realisasi angka-angka di asumsi makro itu berdampak kepada tingkat kesejahteraan? Kita berharap berdampak,” kata Ecky dikutip dari situs resmi DPR RI, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga:
Prabowo Bicara Anomali Ekonomi RI, Kaget Tahu Penduduk Miskin Bertambah
Ia menjelaskan, masih terdapat beberapa indikator makro dalam APBN 2025 yang realisasinya berada di bawah target yang sebelumnya telah ditetapkan.
Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang belum mencapai sasaran. Selain itu, penerimaan negara juga tercatat mengalami shortfall atau kekurangan dari target yang telah ditentukan.
Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan hasil pelaksanaan APBN secara keseluruhan.