Dalam keluarga pula, nilai kasih Kristus pertama-tama dihidupi sebelum diwujudkan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
“Hendaknya nilai-nilai kristiani dihidupi oleh tiap anggota keluarga, karena hal itu akan berdampak baik bagi Gereja, bangsa, dan dunia,” sambung mereka.
Baca Juga:
Polres Toba Turut Meriahkan Perayaan Natal Oikumene Pemkab Toba 2025
Pesan Natal tahun ini juga memperluas refleksi iman dengan menyoroti krisis kemanusiaan, kebangsaan, dan kerusakan ekologi yang semakin nyata dirasakan umat manusia.
“Saat ini Gereja Indonesia dan umat manusia juga mengalami aneka krisis terkait kebangsaan, kekerasan kemanusiaan, ekologi, pendidikan, dan budaya,” jelas PGI dan KWI.
Menurut kedua lembaga gereja tersebut, krisis-krisis ini berakar pada pergeseran orientasi hidup manusia yang lebih menuruti keinginan pribadi dibanding kehendak Tuhan.
Baca Juga:
Perayaan Natal Oikumene Pemkab Toba 2025: Koinonia, Diakonia dan Marturia Menyatu dalam Kasih
“Salah satu akar dari berbagai persoalan tersebut adalah kecenderungan manusia yang lebih mengikuti keinginannya sendiri daripada kehendak Tuhan,” ungkap mereka.
Melalui perayaan Natal, umat diajak tidak hanya berfokus pada keselamatan personal, tetapi juga peduli terhadap keselamatan alam dan kehidupan bersama.
“Keluarga-keluarga perlu dengan tekun dan cermat mendengarkan dan mengutamakan Tuhan, sehingga kita sungguh mengalami karya keselamatan Tuhan,” ujar PGI dan KWI.