Sebelum berbicara soal pihak yang disebut membayar demonstrasi, Prabowo lebih dulu menyinggung keunikan Indonesia dalam menggerakkan unsur negara untuk mendukung swasembada pangan.
Ia menyebut hanya di Indonesia polisi turut mengurus pertanian dan tentara kerap terlihat bekerja di sawah.
Baca Juga:
Diduga Tidak Sendiri, Polres Dairi Diminta Tangkap Kompolotan Penjual Tanah Sengketa
"Hanya di Indonesia Angkatan Laut menanam kedelai, hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu," ujar Prabowo.
Prabowo menyebut keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bagian dari strateginya untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan kuat.
Ia meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk bangkit menjadi negara hebat jika seluruh elemen bangsa bergerak dalam arah yang sama.
Baca Juga:
Penggunaan Dana Bos SMAN 1 Parbuluan Dairi Tidak Transparan, Diduga Ada Korupsi
"Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat, ada yang selalu tidak ingin kita bangkit, ada, kita sudah tahu mereka-mereka itu," ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam pidato Prabowo di hadapan peserta PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.
Pidato itu juga memperlihatkan pesan politik Prabowo bahwa pembangunan nasional, ketahanan pangan, dan dukungan publik merupakan bagian dari perjuangan besar Indonesia dalam menghadapi persaingan global.