"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan adhoc khusus untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang," katanya.
Namun, Prabowo tidak hanya berbicara mengenai kemungkinan pengusutan terhadap jajaran direksi dan pengurus BUMN terdahulu karena ia juga membuka peluang pemberian pengampunan khusus.
Baca Juga:
Janin MATI di Ruang Tunggu. RS Annisa Kota Jambi Diduga Abaikan IBu Hamil
Peluang tersebut menurut Prabowo dapat diberikan kepada pihak-pihak yang bersedia bertobat, menyadari kesalahan, serta mengakui perbuatannya.
"Tapi saya juga akan menghadapi majelis, saya akan menghadapi DPR, saya akan minta kalau perlu kita memberi juga peluang, semacam amnesti khusus untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui," katanya.
Prabowo menegaskan keputusan mengenai kemungkinan pemberian pengampunan tersebut nantinya juga akan melibatkan lembaga perwakilan rakyat.
Baca Juga:
Sejumlah Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung, Pemerintah Bakal Tertibkan
"Nah ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan," kata Prabowo.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.