“Kita akan melaksanakan elektrifikasi energi terbarukan dari tenaga surya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kita akan membangun 100 gigawatt.
Baca Juga:
Resmi, Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Ini Rekam Jejaknya
Itu sudah perintah saya.
Itu sudah keputusan saya dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Juga:
Gantikan Nanik, Sudaryono Diharapkan Benahi Tata Kelola Badan Gizi Nasional
“Saat ini pembangkit listrik kita masih menggunakan diesel, sebagian batu bara, dan sebagian gas.
Arahan Bapak Presiden agar kita tidak bergantung pada energi fosil, khususnya diesel, sehingga diarahkan untuk membangun PLTS 100 gigawatt,” kata Bahlil dalam tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Bahlil menjelaskan pembangunan PLTS berskala besar tersebut dimaksudkan untuk mempercepat transisi energi dengan memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif.