WAHANANEWS.CO - Indonesia Kian Dekat ke Swasembada Energi. Presiden Prabowo Subianto optimistis kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor energi semakin berkurang.
Optimisme tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026), yang juga menjadi momentum untuk menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai tantangan global di sektor energi.
Baca Juga:
Prabowo Bicara Anomali Ekonomi RI, Kaget Tahu Penduduk Miskin Bertambah
Prabowo menyinggung kondisi geopolitik dunia, termasuk potensi terganggunya pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz, namun ia meyakini Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi situasi tersebut berkat capaian di sektor pangan dan langkah menuju kemandirian energi.
"Saudara-saudara sekalian, saya katakan karena kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana. Terjadi Selat Hormuz ditutup," kata Prabowo.
"Kita percaya diri. Kita akan mampu mengatasi, Saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menuju swasembada BBM. Swasembada energi, Saudara-saudara sekalian," lanjutnya.
Baca Juga:
AMKD Demonstrasi di Balai Kota Depok, Desak Prabowo Bersihkan MBG dari Dugaan KKN
Prabowo juga mengungkapkan pemerintah akan segera meluncurkan mandatori Biodiesel B50 pada Juli 2026, yakni kebijakan yang mewajibkan pencampuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit ke dalam solar.
Menurut Prabowo, penerapan B50 akan menjadi langkah penting untuk menekan ketergantungan terhadap impor solar sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
"Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, Saudara-saudara sekalian. Dan kita akan menghemat banyak sekali," ujarnya.