WAHANANEWS.CO, IKN - Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai simbol kemajuan Indonesia, muncul persoalan klasik yang kembali mencuat: praktik prostitusi.
Ironisnya, para pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di kawasan IKN bukan warga lokal, melainkan justru didatangkan dari berbagai kota besar di Indonesia.
Baca Juga:
A-Green RW 09 Meruya Utara Jalani Verifikasi ProKlim Lestari 2026, Tampilkan Inovasi Lingkungan Berkelanjutan
Fakta ini terungkap dalam pernyataan resmi pejabat Satpol PP Penajam Paser Utara (PPU) yang intens memburu aktivitas terlarang ini.
"Betul, saat ini lagi marak itu melalui aplikasi hijau. Jadi mereka ini beroperasi di sekitar wilayah IKN itu biasanya menggunakan guest house yang ada di sana," ungkap Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Penajam Paser Utara, Rakhmadi, melansir Detik, Selasa (8/7/2025).
Menurut Rakhmadi, pihaknya secara rutin melakukan penertiban di Kecamatan Sepaku, khususnya di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Dalam dua tahun terakhir, mereka telah menindak sekitar 60 hingga 70 orang PSK.
Baca Juga:
Camat Cup hingga Festival Talenta RW Bakal Meriahkan Rangkaian HUT RI ke-81 Kecamatan Bekasi Selatan
"Dalam dua tahun terakhir ini kami gencar melakukan penindakan, kalau jumlah sekitar 60-70 PSK," ujarnya.
Dari hasil razia, diketahui para pelaku bukan berasal dari Penajam Paser Utara. Mereka adalah pendatang dari luar daerah, mulai dari Balikpapan hingga kota-kota besar di Pulau Jawa dan Sulawesi.
"Para pelaku PSK ini sebagian besar dari luar Pulau PPU, ada yang dari Jawa Barat, Yogyakarta, Makassar, dan Balikpapan," beber Rakhmadi.