Tiga desa di Kecamatan Jerowaru, yakni Desa Ekas Buana, Desa Kwang, dan Desa Seriwe, terdampak banjir dengan total 145 unit rumah terimbas.
Untuk mempercepat proses penanganan akibat rangkaian kejadian banjir yang terjadi, Gubernur Nusa Tenggara Barat telah menetapkan status tanggap darurat sejak 19 Januari hingga 18 April 2026.
Baca Juga:
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Lampung hingga Jawa Tengah
Bencana serupa turut terjadi di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Banjir dilaporkan menggenangi wilayah tersebut pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 15.44 WIB.
Sedikitnya 11.582 unit rumah di lima kecamatan terdampak, meliputi Kecamatan Siwalan, Buaran, Tirto, Wonokerto, dan Wiradesa.
Hingga laporan ini disusun, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mendukung upaya penanganan.
Baca Juga:
Cegah Dampak Banjir, Sistem EWS Dipasang dari Hulu hingga Hilir Sungai Bekasi
Berdasarkan hasil pantauan visual di lapangan, genangan air masih bertahan dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 80 sentimeter.
Di Provinsi Jawa Timur, banjir bandang terjadi di Kabupaten Jember setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Senin (2/2/2026) pukul 14.00 WIB.
Bencana ini melanda Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji. Satu orang warga dilaporkan hanyut dan hingga kini masih dalam proses pencarian.