Lebih jauh, Tohom menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat melalui prinsip reduce, reuse, recycle (3R).
Ia menilai pembangunan fasilitas besar seperti PSEL harus dibarengi edukasi publik agar pemilahan sampah dilakukan sejak dari rumah tangga.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Flyover Daan Mogot Bagian dari Visi Besar Aglomerasi Jabodetabekjur
“Transformasi tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Kita butuh revolusi budaya. Masyarakat harus sadar bahwa sampah yang tidak dipilah hari ini bisa menjadi ancaman ekonomi dan kesehatan besok,” tutupnya.
Krisis sampah nasional, menurut MARTABAT Prabowo-Gibran, menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan yang visioner dan berani mengambil keputusan strategis demi keberlanjutan lingkungan Indonesia ke depan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.