Menurutnya, perhelatan Piala Dunia dapat menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan berbagai produk dalam negeri kepada masyarakat luas, mulai dari pakaian, jersey, sepatu, hingga perlengkapan olahraga hasil produksi nasional.
Dengan banyaknya kegiatan yang melibatkan masyarakat, penggunaan produk lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri dalam negeri sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha nasional.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dorong Industri Animasi dan Konten Digital Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Indonesia
Selain itu, perputaran ekonomi yang tercipta selama berlangsungnya Piala Dunia diyakini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai daerah.
Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, Saleh juga berharap kegiatan nobar dapat menjadi wadah memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat olahraga harus menjadi sarana mempererat hubungan sosial, bukan justru menimbulkan konflik akibat perbedaan dukungan terhadap tim tertentu.
Baca Juga:
Talenta Animator Indonesia Mendunia, DPR Minta Dukungan Pembiayaan Diperkuat
“Kalau ada nonton-nonton bareng itu kita galakkan, tetapi dalam konteks ukhuwah, dalam konteks persaudaraan. Jangan nanti misalnya nonton bareng tahu-tahu rusuh, gaduh. Orang yang main di luar negeri kok kita rusuh, gaduh. Itu enggak baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia patut bersyukur karena hak siar Piala Dunia 2026 dapat diakses melalui TVRI.
Kondisi tersebut membuka kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan kelas dunia sekaligus menambah wawasan mengenai perkembangan sepak bola internasional.