Menurut Zulhas, sekitar 35 ribu Kopdes Merah Putih ditargetkan selesai dibangun pada akhir Agustus 2026 sehingga dapat mulai beroperasi pada September 2026.
Setelah menyelesaikan sekitar 35 ribu unit pada tahun ini, pemerintah menargetkan kembali pembangunan sekitar 30 ribu hingga 35 ribu Kopdes Merah Putih lainnya pada 2027.
Baca Juga:
Mensos Sebut Penyaluran Bansos Berpotensi Lewat Kopdes Merah Putih
Program tersebut juga mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD pada Jumat (14/8/2026).
Prabowo meyakini keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi tonggak penting bagi Indonesia karena memberikan kesempatan kepada negara untuk menguasai rantai pasok secara mandiri.
"Dengan Koperasi Merah Putih, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia dari sejak menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri," ungkap Prabowo.
Baca Juga:
Darmadi Minta Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak, Fokus pada Kemampuan Bisnis
Penguasaan rantai pasok tersebut dinilai dapat memperkuat posisi negara dalam menjaga distribusi berbagai kebutuhan masyarakat dari tingkat produksi hingga sampai ke konsumen.
Prabowo menilai kemampuan negara menguasai rantai pasok secara mandiri juga dapat memperkecil risiko terjadinya permainan harga pasokan di pasar.
Pemerintah pun akan melanjutkan pembangunan Kopdes Merah Putih sembari mengevaluasi dan menertibkan proyek yang penempatan lokasinya dinilai tidak sesuai dengan tujuan program.