"Dampak yang muncul berupa angin kencang yang berpotensi merusak serta gelombang laut yang cukup tinggi," ujarnya.
BMKG memperkirakan angin kencang tidak langsung akibat siklon dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari, khususnya di wilayah selatan Jawa Tengah.
Baca Juga:
Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandang dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, BNPB Catat Korban Jiwa
Selain itu, wilayah Jawa Timur dan Bali diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter.
Risiko cuaca ekstrem yang lebih berat diperkirakan terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Di wilayah tersebut, BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai kilat, angin kencang, serta gelombang ekstrem.
Baca Juga:
Jakarta Terendam Tiga Hari, Banjir Lumpuhkan Ibu Kota dan Renggut Satu Nyawa
Bahkan, di perairan Samudra Hindia selatan NTT, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 4 hingga 6 meter.
BMKG juga mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi angin kencang lokal dan gelombang tinggi di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Masyarakat pesisir dan para nelayan diimbau untuk tidak melaut dan membatasi aktivitas di wilayah perairan selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.