WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman cuaca ekstrem kembali mengintai Indonesia setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur yang berdampak ke enam provinsi pada Sabtu (24/1/2025).
BMKG menyatakan kehadiran siklon ini memicu peringatan dini berupa potensi angin kencang dan gelombang laut tinggi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pesisir selatan Indonesia.
Baca Juga:
Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandang dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, BNPB Catat Korban Jiwa
Siklon Tropis Luana diketahui berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91S yang telah dipantau dalam beberapa hari terakhir sebelum mengalami penguatan signifikan.
Sistem cuaca tersebut resmi diklasifikasikan sebagai siklon tropis pada Sabtu (24/1/2025) pukul 01.00 WIB.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap BMKG, Teguh Wardoyo, menyampaikan bahwa pusat siklon berada di kawasan selatan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga:
Jakarta Terendam Tiga Hari, Banjir Lumpuhkan Ibu Kota dan Renggut Satu Nyawa
Meski berada jauh dari Pulau Jawa, dampak tidak langsung dari siklon ini diperkirakan akan menjalar hingga wilayah pesisir selatan Jawa.
"Adanya Siklon Tropis Luana menyebabkan peningkatan kecepatan angin di permukaan bumi di wilayah selatan Indonesia," jelas Teguh dalam siaran pers BMKG.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan angin kencang yang merusak serta gelombang laut dengan ketinggian signifikan.