Berdasarkan pemantauan Tropi, belum lama ini.
Pada puncaknya, Siklon Tropis Narelle mencapai kategori 4 yang termasuk dalam klasifikasi badai sangat kuat.
Baca Juga:
DPR Nyalakan Mode Hemat, Layanan Dewan Dijamin Tetap Optimal
Kecepatan angin maksimum tercatat sekitar 95 knot atau setara 175 kilometer per jam dengan tekanan udara di pusat badai sekitar 946 hPa.
Kondisi ini menunjukkan bahwa badai tersebut memiliki potensi destruktif yang tinggi meskipun tidak langsung melintasi wilayah Indonesia.
Secara posisi, Siklon Tropis Narelle terpantau berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Bali dengan jarak sekitar 1.290 hingga 1.910 kilometer dari Denpasar.
Baca Juga:
Penyidikan Kian Dalam, KPK Bidik Pengusaha Rokok dalam Kasus Bea Cukai
Pergerakannya mengarah ke selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 10 hingga 11 knot atau setara 19 hingga 21 kilometer per jam.
Seiring menjauhnya dari wilayah Indonesia dan keluar dari area pemantauan TCWC Jakarta, intensitas badai diperkirakan akan menurun menjadi kategori 3.
Sebelum melemah, sistem ini juga berdampak signifikan di wilayah Australia dengan memicu hujan lebat dan banjir di Queensland, Northern Territory, hingga Australia Barat.