Meski tidak melintasi daratan Indonesia, dampak tidak langsung tetap terasa akibat tarikan massa udara yang memengaruhi sistem cuaca regional.
Peningkatan curah hujan terjadi di berbagai wilayah disertai potensi angin kencang terutama di daerah pesisir dan laut terbuka.
Baca Juga:
Bupati Dairi Genjot Infrastruktur dan Penataan Aset, MARTABAT Prabowo-Gibran: Sejalan dengan Visi KEK Kardaiba
Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor serta mengganggu aktivitas transportasi dan perikanan.
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Fenomena ini juga berpotensi memicu pembentukan awan hujan tebal di sepanjang Pulau Jawa akibat tarikan massa udara dari sistem badai.
Baca Juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga Juni 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Produktivitas Rumah Tangga dan UMKM
Selain itu, peningkatan gelombang laut menjadi ancaman serius bagi aktivitas di perairan.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur serta Samudra Hindia selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Wilayah lain seperti Laut Sawu dan bagian barat Laut Arafuru juga mengalami peningkatan gelombang dengan potensi gelombang lebih tinggi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.