Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi hampir tiga bulan kebutuhan nasional, dengan rata-rata kebutuhan bulanan sekitar 1,4 juta ton.
Ketersediaan stok akhir tahun yang solid tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah mencapai swasembada jagung pada 2025.
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso: Konsumsi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia Saat Ini
Sepanjang tahun berjalan, kebutuhan jagung nasional terutama untuk sektor pakan ternak dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi petani dalam negeri tanpa bergantung pada impor.
Capaian tersebut menjadi dasar utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan jagung pada 2026.
Salah satu langkah strategis yang ditetapkan adalah keputusan untuk tidak melakukan impor jagung sepanjang tahun depan.
Baca Juga:
Bapperida Sumedang Gelar Rapat Koordinasi Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Pemerintah menilai ketersediaan pasokan dalam negeri telah mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan nasional, baik untuk pakan ternak, benih, maupun konsumsi rumah tangga.
“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, seperti dilaporkan Info Publik, Selasa (6/1/2025).
Ketut menambahkan, produksi jagung nasional pada 2026 diproyeksikan kembali meningkat hingga mencapai sekitar 18 juta ton.