Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pangan yang diterima siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya dalam program MBG.
Pemerintah juga ingin memastikan layanan SPPG tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi benar-benar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Baca Juga:
Kajari Sergai Ditangkap Kejagung, Kejati Sumut Gerak Cepat Tunjuk Bani Ginting Jadi Plh
Menurut Qodari, peningkatan kualitas layanan kini menjadi prioritas utama setelah jaringan layanan MBG berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menyampaikan bahwa orientasi pemerintah tidak lagi semata-mata mengejar pertambahan jumlah SPPG.
“Jadi fokusnya bukan lagi kepada kuantitas, tetapi kepada kualitas,” pungkasnya.
Baca Juga:
Gara-gara Tumbler “Tank Day”, Starbucks Korea Diboikot hingga Tutup 2 Ribu Gerai
Qodari menambahkan, perbaikan ke depan juga diarahkan pada aspek efisiensi agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih baik.
Dengan skema baru tersebut, SPPG yang bekerja lebih baik dan melayani lebih banyak penerima manfaat berpeluang memperoleh insentif berbeda dibanding dapur yang kinerjanya masih perlu diperbaiki.
Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai menata ulang standar layanan dapur MBG agar kualitas, pengawasan, dan efisiensi berjalan lebih terukur.