WAHANANEWS.CO, Jakarta - Industri animasi Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif nasional.
Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan nyata dari negara, baik dalam bentuk akses pembiayaan, penguatan sumber daya manusia, hingga pembangunan ekosistem kreatif yang mampu mendorong lahirnya karya-karya berdaya saing global.
Baca Juga:
Era Baru Industri, Konsumen Kini Cari Brand Halal yang Otentik
Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan menegaskan bahwa dukungan terhadap industri animasi tidak boleh berhenti pada tataran wacana.
Menurutnya, negara perlu menunjukkan keberpihakan yang lebih konkret agar industri animasi nasional tidak hanya menjadi pelaksana produksi bagi pihak lain, tetapi juga mampu menjadi pemilik karya dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) yang bernilai ekonomi tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Putra usai mengikuti Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Dalam kunjungan tersebut, para anggota Panja menerima pemaparan mengenai perkembangan industri animasi nasional sekaligus berbagai tantangan yang masih dihadapi para pelaku usaha kreatif di sektor tersebut.
Ayena Studio menjelaskan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi hambatan bagi pertumbuhan industri animasi, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perlunya perlindungan dan penguatan terhadap IP lokal.
Menurut Putra, berbagai tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pelaku industri, melainkan membutuhkan dukungan dan kebijakan yang berpihak dari pemerintah.