Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki banyak talenta animator yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Kemampuan tersebut telah terbukti melalui keterlibatan animator Indonesia dalam berbagai proyek global yang menunjukkan kualitas SDM kreatif nasional tidak kalah dengan negara lain.
Baca Juga:
Wastra IKN Dikembangkan Jadi Identitas Nusantara, MARTABAT Prabowo-Gibran: Ini Ekonomi Kreatif yang Berakar Budaya
Putra juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan para animator yang membangun industri ini dari tahap awal hingga mampu menembus pasar internasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor animasi memiliki masa depan yang sangat menjanjikan apabila didukung oleh ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
"Saya sangat mengapresiasi dan juga senang sekali dengan semangat yang ditunjukkan. Dari mulai betul-betul merangkak dari bawah sampai sekarang berada di kancah internasional,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
Baca Juga:
Kampung Joglo dan Potensi Global KEK Tanjung Lesung, MARTABAT Prabowo-Gibran: Wisata Berbasis Budaya Harus Diperkuat
Dalam kesempatan itu, Ayena Studio turut memaparkan rekam jejak keterlibatannya dalam berbagai proyek animasi nasional maupun internasional. Studio tersebut tercatat berkontribusi dalam produksi film animasi Indonesia, termasuk “Garuda di Dadaku”, serta menjalin berbagai kolaborasi lintas negara.
Saat ini, Ayena Studio juga tengah mengerjakan proyek co-production bersama rumah produksi asal Rumania untuk film animasi berjudul “Gladiator”, dengan sebagian besar proses produksi dilakukan di Indonesia.
Bagi Putra, keterlibatan studio lokal dalam proyek berskala internasional menunjukkan bahwa industri animasi Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pemain utama di pasar global.