WAHANANEWS.CO, Jakarta - Target fantastis dilontarkan Presiden Prabowo Subianto kepada Danantara Indonesia dengan meminta lembaga pengelola aset negara itu mampu menyetor minimal 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp800 triliun kepada negara setiap tahun.
Disampaikan Prabowo dalam pidato peringatan satu tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (12/3/2026), target tersebut dihitung dari tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) minimal sebesar 5 persen dari total aset yang dikelola lembaga tersebut.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Menurutnya, dalam praktik bisnis global sebuah perusahaan yang dikelola dengan baik bahkan mampu menghasilkan ROA minimal 10 persen setiap tahun.
"Kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," kata Prabowo.
Ia menjelaskan target untuk Danantara saat ini dipatok lebih rendah yakni 5 persen per tahun karena lembaga tersebut baru menjalankan tugasnya selama satu tahun dalam mengelola aset negara.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Pastikan Keamanan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
"Kalau hanya 5 persen ROA, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar AS tiap tahun, Rp800 triliun," ujarnya.
Presiden menekankan bahwa pengelolaan aset negara oleh Danantara harus memiliki arah jangka panjang yang jelas agar mampu memberikan kontribusi optimal bagi keuangan negara.
Ke depan, pemerintah berharap Danantara dapat meningkatkan kinerja sehingga mampu menghasilkan tingkat pengembalian aset hingga 10 persen sampai 15 persen setiap tahun.
"Saya ingatkan, sasaran masih cukup jauh," imbuhnya.
Meski demikian, Prabowo tetap memberikan apresiasi atas capaian Danantara pada tahun pertama operasionalnya yang dinilai menunjukkan potensi besar dalam pengelolaan aset negara.
"Saya ingatkan, sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara. 50 miliar dolar AS minimal," tegas Prabowo.
Sebelumnya, Presiden juga menyampaikan bahwa Danantara telah menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan tingkat return on assets yang disebut mencapai lebih dari 300 persen.
Capaian tersebut menurutnya menjadi bukti bahwa pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara dapat menghasilkan nilai tambah besar jika dikelola secara terintegrasi dan profesional.
Pembentukan Danantara sendiri dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk mengonsolidasikan berbagai aset negara agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]