WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana duka menyelimuti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah Anggota IV BPK RI Haerul Saleh meninggal dunia akibat musibah kebakaran yang terjadi di kediamannya saat proses renovasi rumah berlangsung, Jumat (8/5/2026).
Informasi wafatnya Haerul Saleh disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui pernyataan resmi yang dirilis di Jakarta pada Jumat (8/5/2026).
Baca Juga:
Aktivis Mahasiswa Labuhanbatu: Audit BPK Jadi Rujukan Tunggal APH Dalam Menetapkan Kerugian Negara
Kebakaran disebut terjadi secara mendadak ketika korban sedang mengawasi sejumlah pekerja yang melakukan renovasi di rumahnya.
“Asap hitam pekat tidak dapat dihindarkan setelah api tiba-tiba membesar saat korban mengawasi proses renovasi rumah,” demikian keterangan resmi yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Peristiwa tragis itu disebut berlangsung sangat cepat hingga korban tidak sempat menyelamatkan diri dari kepungan asap tebal di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Putusan MK Ubah Peta Penanganan Korupsi, KPK Mulai Lakukan Kajian
Usai menerima kabar duka tersebut, Amran langsung menuju rumah sakit untuk melayat sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh,” ujar Amran.
Haerul Saleh dikenal sebagai sosok pejabat negara yang tenang, sederhana, dan memiliki perhatian besar terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih serta berintegritas.
“Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” katanya.
Karier Haerul Saleh di dunia pemerintahan dan politik nasional terbilang panjang karena sebelum menjabat Anggota IV BPK RI sejak April 2022, ia lebih dulu menjadi anggota Komisi XI DPR RI selama periode 2014 hingga 2022.
Pria kelahiran Kolaka tersebut juga aktif di sejumlah organisasi nasional, termasuk sebagai anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah serta pengurus Pemuda Tani Indonesia.
Selain aktif di lembaga negara dan organisasi masyarakat, Haerul Saleh juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan.
“Beliau sosok yang sangat menghargai kerja keras dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara,” lanjut Amran.
Dalam perjalanan akademiknya, Haerul tercatat sebagai lulusan S1 Hukum Universitas Satria Makassar dan tengah menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Moestopo.
“Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah banyak mengabdikan diri untuk Indonesia,” tutup Amran.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]