WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pelayanan publik tetap berjalan secara optimal pada hari kerja setelah libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui Unit Layanan Terpadu (ULT), kementerian memastikan seluruh layanan kepada masyarakat tetap responsif, profesional, dan bebas dari kendala, termasuk dalam menindaklanjuti berbagai aduan, pertanyaan, maupun kebutuhan informasi dari masyarakat secara cepat dan tepat.
Baca Juga:
Majelis KIP Putuskan Kemenndikdasmen Harus Unggah Dokumen Ijazah Gibran
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam menjaga kualitas layanan publik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja institusi pemerintah di bidang pendidikan.
ULT terus dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Anang Ristanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas layanan yang tetap menjalankan tugas dengan maksimal, bahkan selama masa libur Idulfitri.
Baca Juga:
Kasus Gangguan Mental Remaja Meningkat, MPR Dorong Guru dan Orang Tua Perkuat Deteksi Dini
Menurutnya, dedikasi tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga mutu pelayanan publik.
“Untuk itu, ini perlu kita pertahankan dan tingkatkan sehingga harapan publik terhadap layanan kementerian tetap baik. Tentunya ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa penerapan skema kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) yang masih dijalankan oleh sebagian pegawai tidak menjadi hambatan dalam menjaga kualitas pelayanan.
Ia menegaskan bahwa sistem kerja yang adaptif justru tetap mampu mendukung kinerja layanan agar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan kementerian.
“Layanan kepada masyarakat adalah yang utama. Tidak boleh ada hambatan ataupun kekurangan dalam memberikan pelayanan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Tim Unit Layanan Kerja Sama Pembiayaan, Kepegawaian, dan Pengawasan, Ria Triana Dewi Jayanti, mengungkapkan bahwa selama periode libur Idulfitri, jumlah laporan atau tiket layanan yang masuk tergolong cukup tinggi.
Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dengan baik berkat penerapan sistem kerja bergilir atau shifting yang memastikan operasional layanan tetap berjalan tanpa henti.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar laporan yang diterima berkaitan dengan persoalan tunjangan guru, baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selain itu, masyarakat juga banyak menyampaikan pertanyaan terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik), akun belajar.id, hingga program beasiswa pendidikan.
“Rata-rata laporan yang kami tangani selama libur adalah yang tidak perlu eskalasi lebih lanjut, sehingga dapat langsung kami respons dengan mengarahkan pelapor untuk berkoordinasi dengan dinas terkait atau memastikan kesesuaian data,” jelas Ria.
Ke depan, ULT Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam hal kecepatan respons terhadap setiap laporan yang masuk.
Target waktu tanggapan pun ditingkatkan menjadi kurang dari satu jam, seiring dengan upaya meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kementerian.
Berbagai langkah optimalisasi dilakukan, termasuk melalui evaluasi rutin terhadap kinerja layanan dan penanganan aduan.
Dengan demikian, diharapkan pelayanan publik yang diberikan semakin efektif, efisien, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui komitmen yang konsisten dalam menjaga layanan tetap responsif dan berkualitas, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelayanan publik tidak terhenti meskipun berada dalam masa libur panjang.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]