Meski demikian, ia tetap mengakui bahwa keberadaan gerbong khusus perempuan memiliki fungsi penting dalam mencegah pelecehan seksual di ruang publik, namun konteks tersebut berbeda dengan mitigasi kecelakaan.
“Baik penumpang perempuan maupun laki-laki, ketika menjadi korban, kedukaannya sama dan patut mendapat perhatian serta jaminan yang sama,” tutupnya.
Baca Juga:
Usai Tragedi Bekasi Timur, Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan KRL Dipindah ke Tengah
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian KRL sebagai upaya meningkatkan aspek keselamatan pascakecelakaan tersebut.
“Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan atau paling belakang supaya tidak terjadi rebutan, tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” katanya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.