Ia menuturkan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi peserta, sistem verifikasi jawaban, hingga prosedur pengajuan keberatan.
"Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas," kata Siti.
Baca Juga:
Wali Kota di Los Angeles Mengaku Jadi Agen China, Terancam 10 Tahun Penjara
Insiden ini bermula dalam babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung dan kemudian viral di media sosial pada Senin (11/5/2026).
Pembawa acara mengajukan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR saat memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi tim yang lebih dulu menekan bel dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah serta diresmikan Presiden.
Baca Juga:
Skandal Nilai Berbeda, Juri dan MC LCC MPR RI Resmi Dinonaktifkan
Namun salah satu juri, Dyastasita selaku Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, justru memberikan nilai minus lima.
Saat giliran Regu B menyampaikan jawaban yang sama, juri memberi nilai sempurna.
"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.