WahanaNews.co | Unjuk rasa atau demonstrasi menolak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai bisa saja disusupi oleh penumpang gelap atau kepentingan lain.
Masyarakat, terutama mahasiswa, diimbau mewaspadai hal tersebut.
Baca Juga:
Perbandingan Harga BBM di Kawasan Asia Tenggara, Ini Paling Murah!
Komunikolog, Emrus Sihombing, mengatakan mahasiswa mengedepankan dialog dengan adu ide dan gagasan.
"Demolah dengan dewasa dan dialog, bertukar pikiran dan gagasan. Misal bikin surat permohonan dialog, kirim ke Presiden. Buat satu pertemuan dan diliput media. Sehingga masyarakat bisa menilai gagasan mana yang bagus. Jadi, jangan demonstrasi mengganggu orang lain dan bisa saja ada penumpang gelap," kata Emrus Sihombing, Rabu (7/9/2022).
Dia melihat, demokrasi di Indonesia sejauh ini belum dewasa, lantaran cenderung mengedepankan emosional.
Baca Juga:
Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax RON 92 Jadi Rp16.250 per Liter
Seharusnya, mahasiswa sebagai bagian dari kelompok akademik menyampaikan aspirasi secara lebih elegan.
Emrus menilai, dosen bertanggung jawab menumbuhkan kedewasaan akademik bagi mahasiswa.
Dia mengatakan, akademisi harus mampu menyampaikan data dan fakta.