"Mungkin saat ini yang ketahuan baru ISPA, namun potensi masalah kesehatan lain bisa muncul di kemudian hari sehingga Pemerintah harus terus memantau perkembangan kesehatan warga di sekitar lokasi TPA yang terbakar," lanjutnya.
Selain dampak fisik, Yahya juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak kebakaran.
Baca Juga:
Komisi IX Soroti Bengkaknya Titik SPPG, Pemerintah Diminta Audit Total
Menurutnya, warga yang harus meninggalkan rumah dan mengungsi akibat bencana lingkungan berpotensi mengalami tekanan psikologis sehingga membutuhkan perhatian serta pendampingan sebagai bagian dari proses pemulihan.
"Termasuk dampak psiko-sosial masyarakat terdampak. Pendampingan psikologi dibutuhkan sebagai bagian dari trauma healing karena musibah lingkungan juga bisa berdampak pada kesehatan mental," katanya.
Lebih lanjut, Yahya mendorong pemerintah untuk membangun sistem post-disaster health monitoring atau pemantauan kesehatan pascabencana yang diterapkan secara khusus bagi masyarakat terdampak bencana lingkungan.
Baca Juga:
DPR Kaget, Komisi IX Mengaku Tak Pernah Dapat Laporan Pengadaan BGN yang Kini Jadi Kasus Korupsi
Menurutnya, sistem tersebut penting untuk memastikan setiap warga memperoleh layanan kesehatan yang memadai setelah bencana, sekaligus menjadi sumber data bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan kesehatan lingkungan yang lebih tepat sasaran.
Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dalam menangani dampak kesehatan akibat bencana lingkungan di masa mendatang, sehingga proses pemulihan masyarakat tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga menjamin perlindungan kesehatan warga dalam jangka panjang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.