WAHANANEWS.CO, Jakarta - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan delapan atlet nomor speed untuk berlaga pada ajang The 6th Asian Beach Games Sanya 2026 di Tiongkok.
Komposisi tim terdiri dari empat atlet putra dan empat atlet putri yang dipersiapkan sebagai bagian dari strategi jangka menengah menuju kompetisi yang lebih prestisius, yakni World Climbing Series 2026.
Baca Juga:
Hetifah Sjaifudian Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Atlet Panjat Tebing, Desak Hukuman Seumur Hidup bagi Pelaku
Keikutsertaan ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi sarana uji kemampuan dan pengalaman bertanding di level internasional.
Pelatih Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menegaskan bahwa ajang ini dimanfaatkan sebagai tolok ukur kesiapan atlet dalam menghadapi persaingan global.
"Kita tidak memasang target kepada atlet, hanya saja mereka harus bermain sebaik-baiknya," kata Galar seperti dilaporkan RRI, Sabtu 25 April 2026.
Baca Juga:
Dugaan Kekerasan di FPTI Disorot DPR, Verrell Bramasta Tegaskan Atlet Harus Dilindungi
Menurutnya, Asian Beach Games memiliki peran penting dalam memetakan performa atlet sekaligus mengukur sejauh mana kesiapan tim menghadapi kompetisi yang lebih kompetitif.
"Karena Asian Beach Games ini bisa menjadi alat ukur kesiapan kita menghadapi World Climbing Series," ujarnya lagi.
Dengan demikian, hasil yang diperoleh di Sanya akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi tim pelatih dalam menyusun strategi ke depan.