The Wall Street Journal melaporkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan chip memori dan penyimpanan dari sektor kecerdasan buatan (AI), yang menyebabkan tekanan besar pada rantai pasokan global.
Produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memang tengah meningkatkan kapasitas produksi, namun sebagian besar suplai dialihkan untuk kebutuhan server sehingga pasokan untuk perangkat konsumen tetap terbatas.
Baca Juga:
Sumatera Barat Diguyur Hujan 126 Mm per Hari di Tengah El Nino Kuat, Ini Penjelasan BMKG
Cook juga menjelaskan bahwa Apple kini harus meningkatkan kapasitas DRAM pada perangkat terbarunya untuk mendukung fitur berbasis kecerdasan buatan yang semakin kompleks.
Ia bahkan menyamakan kondisi kelangkaan memori saat ini dengan fenomena banjir bandang yang terjadi satu abad sekali.
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," kata Cook.
Baca Juga:
Bersiap Cetak Sejarah, Satelit Lampung-1 Meluncur dari Shandong 5 Agustus 2026
Selain Apple, sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, dan Dell juga dilaporkan telah lebih dahulu melakukan penyesuaian harga akibat kondisi serupa di industri teknologi global.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.