Dilansir dari Berkeley News, hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan tajam N2O di atmosfer yang bertepatan dengan penggunaan pupuk kimia pada revolusi hijau sekitar tahun 1960-an.
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kimia berbasis nitrogen dapat meningkatkan kadar gas rumah dinitrogen oksida (N2O) di atmosfer dan memicu terjadinya pemanasan global.
Baca Juga:
Sekda Sumsel Terima Audiensi Direktur Bank Sampah Indonesia Bahas Program Palembang
Produksi pupuk kimia melepaskan gas karbon dioksida.
Penggunaan pupuk kimia dalam pertanian dapat memicu terjadinya pemanasan global karena pembuatannya mengemisikan gas karbon dioksida (CO2).
Selain menggunakan nitrogen, pupuk kimia juga menggunakan senyawa amonia (NH3). Dilansir dari MIT Climate Portal, amonia dibuat pada tekanan tinggi di bawah suhu tinggi sehingga membutuhkan banyak energi dalam pembuatannya.
Baca Juga:
Polres Donggala Gagalkan Pengiriman 2.500 Kg Pupuk Bersubsidi dari Mamuju, Sulbar
Energi tersebut didapat dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas. Pembakaran bahan bakar tersebut mengemisikan karbon dioksida (CO2).
Artinya, makin banyak pupuk kimia dibuat makin banyak juga karbon dioksida yang diemisikan. Adapun, karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.