Akibatnya, tidak ada suplai energi tambahan yang masuk ke baterai sehingga daya terus terkuras tanpa proses pengisian ulang selama perjalanan berlangsung.
Selain itu, penggunaan transmisi satu percepatan pada mobil listrik juga menjadi faktor yang memengaruhi efisiensi di kecepatan tinggi.
Baca Juga:
OTT Bengkulu, Plt. Bupati Hendri Jadi Saksi Kunci Dugaan Suap Proyek
Motor listrik dipaksa berputar pada RPM tinggi, yang menyebabkan peningkatan panas akibat gesekan dan hambatan internal.
Energi yang seharusnya digunakan untuk menggerakkan roda justru terbuang dalam bentuk panas yang tidak produktif.
Semakin tinggi putaran motor, semakin besar panas yang dihasilkan akibat hambatan internal dan gesekan.
Baca Juga:
KPK Dalami Dugaan Suap Proyek Bupati Rejang Lebong, Fokus THR Warga
Di sisi lain, sistem pendingin kendaraan juga membutuhkan daya tambahan untuk menjaga suhu baterai dan motor tetap stabil saat bekerja dalam beban tinggi.
Kondisi ini membuat konsumsi energi semakin meningkat karena baterai tidak hanya digunakan untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga untuk mendukung sistem manajemen termal.
Oleh karena itu, menjaga kecepatan di kisaran 80 hingga 90 km/jam menjadi strategi paling efisien bagi pengguna mobil listrik saat melintasi jalan tol agar jarak tempuh tetap optimal hingga mencapai stasiun pengisian berikutnya.