Meski demikian, pengembangan teknologi layar gulung memiliki tantangan yang lebih kompleks dibandingkan layar lipat.
Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan layar dapat digulung dan dibentangkan ribuan kali tanpa mengalami gelombang, kerutan, maupun penurunan kualitas permukaan.
Baca Juga:
Samsung dan MOONTON Games Hadirkan Turnamen MLBB Campus Series Pertama untuk Mahasiswa di Asia Tenggara
Selain itu, mekanisme roda penggulung (roller), lapisan layar, hingga struktur penyangga harus dirancang dengan tingkat presisi tinggi namun tetap tipis dan ringan agar nyaman digunakan sehari-hari.
Samsung sendiri telah mengembangkan teknologi layar gulung selama beberapa tahun terakhir.
Pada ajang CES 2023, perusahaan memperkenalkan konsep Flex Hybrid yang menggabungkan teknologi layar lipat dan layar geser.
Baca Juga:
Samsung Umumkan Peluncuran Resmi One UI 7 Mulai 7 April
Kemudian pada SID Display Week 2023, Samsung memamerkan prototipe Rollable Flex, yaitu layar yang semula berukuran 49 milimeter dan dapat diperluas hingga 254 milimeter atau lebih dari lima kali ukuran awalnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.